Minggu, 11 Desember 2011
Senin, 03 Oktober 2011
G'k sengaja
Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
(Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan).
Minggu, 24 Juli 2011
AL Qur'an ( Mp3. )
Dari pada degerin yang gak jelas mendingan dengerin ayat-ayat suci AL Qur'an ya gak??.
bagi yang mau download silahkan di klik link dibawah ^_^
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Jumat, 17 Juni 2011
Makalah MAN (METROPOLITAN AREA NETWORK)
Rabu, 15 Juni 2011
xampp-win32-1.4.15 installer
apa itu xampp?.....
Kepanjangan dari XAMPP yaiut Apache, PHP, MySQL dan phpMyAdmin.
XAMPP merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis untuk anda atau auto konfigurasi. Versi XAMPP yang ada saat ini adalah Versi 1.4.14 atau yang terbarunya anda bisa download pada http://www.apachefriends.org/en/xampp-window.html.
Software XAMPP versi ini terdiri atas:
a. Apache versi 2.0.54
b. MySQL versi 4.1.12
c. PHP versi 5.0.4
d. phpMyAdmin versi 2.6.2-p11 dan lain-lain
Download
Link Download
Selengkapnya...
Kepanjangan dari XAMPP yaiut Apache, PHP, MySQL dan phpMyAdmin.
XAMPP merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis untuk anda atau auto konfigurasi. Versi XAMPP yang ada saat ini adalah Versi 1.4.14 atau yang terbarunya anda bisa download pada http://www.apachefriends.org/en/xampp-window.html.
Software XAMPP versi ini terdiri atas:
a. Apache versi 2.0.54
b. MySQL versi 4.1.12
c. PHP versi 5.0.4
d. phpMyAdmin versi 2.6.2-p11 dan lain-lain
Download
Link Download
Kamis, 02 Juni 2011
JAGA HATI INI
Aku jauh bukan beraati kita gak pernah bertemu, hatiku dan hatimu selalu berbisik selalu berbagi,. bukan aku dan juga bukan kamu yang melihat kuasa illahi memberi keajaiban diruang yang paling dalam hati kecil kita, tanpa kita sadar rasa dan rindu ini saling bertemu dan bercerita entang kita,tentang cinta kita, ini nyata tapi tidak buat kita,ini nyata bagi kedua hati yang bertemu jauh di dalam gengaman illahi.
Aku berubah,hampir tak sama tak seperti apa yang kamu mau dan seperti apa yang kamu kenal,.tapi yakinlan hati ini,rasa ini,rindu ini,cerita kita,khayalan kita akan selalu aku simpan,akan aku jaga selama aku mampu selama aku masih di berikesempatan, dan yakin lah jauh di ruang terindah cinta ini aku gak akan pernah berubah,aku gak akan pernah berpaling dan mengingkari kisah dan janji setia cinta kita.
Kamu kangen aku juga merasa apa yang kamu rasa, jangan kamu buat rasa itu berubah jadi kebecian karena aku gak ada disisimu. tunggu aku kembali tunggu aku untuk rasa yang kita miliki dan kita jaga, yakin cinta ini hanya untuk kita yg setia dan rasa saling percaya, kuasa ilahi selalu berpihak kepada kebaikan dan kebenaran.. cinta sejati yang menjadi dasar cinta kita,jaga cinta ini,jaga cinta kita semogan kita selalu berda di jalan kebaikan dan keridhoan illahi.
Senin, 02 Mei 2011
Sabtu, 30 April 2011
TUHAN
Memujamu diatas segalanya
tulus cinta menjadi dasar
maaf atas janji yang tak terpenui
kehendakNYA yang terbaik
akan jadi bimbingan dan harapan
yaa tuhan, tulus iklas aku meminta
berikan jawaban atas mimpi
mimpi yang selama ini menungu untuk jadi nyata
yang terus menugu dan seakan tak pernah lelah
dalam hati aku percaya
kuasaMU memberi kekuatan untuk aku tetap bertahan.
Indahmu
Tutur katamu menghanyutkan
senyummu membuat ku damai
canda manjamu buat ku cemburu
memang bukan pujanga yg terlihat sempurna saat berkata-kata
juga bukan penyair yang terlihat menarik saat menyusun syair kata
ibarat air yg mngalir tnang,lembut ucap bibirmmu
seluas samudra,setinggi langit tulus hati ku
dapatkah ku menjajaki tulusnya hatimu
dapatkah ku menikmati keindahan senyumu
bukan untuk dia,bukan untuk mereka tapi untuk ku sendiri
SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
Masuknya Islam di Indonesia Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 atau ke-8 yang bertepatan dengan abad ke-1 atau ke-2 H. rute atau jalur yang dilewati adalah jalur utara dan selatan. Daerah yang mula-mula menerima masuknya agama Islam adalah pantai barat Pulau Sumatera. Penyebaran Islam di Indonesia yang berjalan secara damai tanpa menimbulkan kekerasan merupakan cermin hakikat ajaran Islam yang menjadi rahmatan lil alamin.
Perkembangan Islam di Indonesia Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung di beberapa tempat, yaitu Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Maliku, Irian Jaya, dan Nusa Tenggara.
Perkembangan Islam di Sumatera. Pada pertengahan abad ke-13, di Sumatera telah berdiri kerajaan Islam Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, kerajaan ini terletak di pesisir timur laut aceh yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Lhouksumawe. Samudera Pasai adalah sebuah kerajaan maritim, samudera pasai telah mengadakan hubungan dengan Sultan Delhi di India pada pelayaran kerajaan Samudra Pasai merupakan pusat studi agama Islam dan tempat berkumpulnya para ulama dari berbagai negara Islam.
Perkembangan Islam di Jawa Perkembangan di Jawa tidak bisa dipisahkan dari peranan wali, jumlah wali yang terkenal sampai sekarang adalah sembilan, yang dalam bahasa dikenal dengan sebutan WALI SONGO. Para wali yang termasuk dalam wali songo adalah sebagai berikut :
a)MAULANA MALIK IBRAHIM Maulana malik ibrahim juga dikenal dengan panggilan Maulana Maghribi atau syekh Magribi, karena berasal dari wilayah Maghribi, Afrika Utara. Kedatangannya dianggap sebagai permulaan masuknya Islam di Jawa. Maulana Malik Ibrahim menerapkan metode dakwah yang tepat untuk menarik simpati masyarakat terhadap Islam.
b)SUNAN AMPEL Pada awal penyiaran Islam di pulau Jawa, Sunan Ampel menginginkan masyarakat menganut keyakinan Islam yang murni. Ia tidak setuju dengan kebiasaan masyarakat Jawa, seperti kenduri, selamatan dan sesaji. Hal itu terlihat dari persetujuannya ketika Sunan Kalijaga, dalam ocehannya menarik umat Hindhu dan Budha mengusulkan agar adat istiadat Jawa itulah yang diberi warna Islam.
c)SUNAN BONANG Dalam menyebarkan agama Islam, ia selalu menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat yang sangat menggemari wayang serta musik gamelan. Sunan Bonang memusatkan kegiatan dakwahnya di Tuban. Dalam aktifitasnnya ia mengganti nama dewa dengan nama-nama malaikat.
d)SUNAN GIRI Sunan Giri memulai aktifitas dakwahnya didaerah Giri dan sekitarnya dengan mendirikan pesantren yang santrinya kebanyakan berasal dari golongan masyarakat ekonomi lemah. Sunan Giri terkenal sebagai pendidik yang berjiwa demokratis.
e)SUNAN DRAJAT Sunan Drajat juga tidak ketinggalan untuk menciptakan tembang jawa yang sampai saat ini masih digemari masyarakat, yaitu tembang pangkur. Hal yang paling menonjol dalam dakwah sunan drajat ialah perhatiannya yang serius pada masalah-masalah sosial, ia selalu menekan bahwa memberi pertolongan kepada masyarakat umum.
f)SUNAN KALIJAGA Ketika para wali memutuskan untuk menggunakan pendekatan kultural termasuk pemanfaatan wayang dan gamelan sebagai media dakwah, orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga mengarang aneka cerita wayang bernafaskan Islam terutama mengenai etika.
g)SUNAN KUDUS Sunan Kudus mengajarkan agama Islam didaerah Kudus dan sekitarnya, ia mempunyai keahlian khusus dalam ilmu fiqih, urul fiqih, tauhid, hadits, tafsir dan logika.
Oleh karena itu ia mendapat julukan waliyyul ‘ilmi. Sunan Kudus juga melaksanakan
dakwah dengan pendekatan kultural.
h)SUNAN MURIA Sunan Muria memusatkan kegiatan dakwahnya di Gunung Muria yang terletak 18 km sebelah utara kota Kudus. Cara yang ditempuhnya dalam menyiarkan agama islam adalah dengan mengadakan kursus-kursus bagi kaum pedagang, para nelayan, dan rakyat biasa.
i)SUNAN GUNUNG JATI Sunan gunung Jati lahir di Mekkah pada tahun 1448. ia mengembangkan ajaran islam di cirebon, majalengka, kuningan, kawali, sunda kelapa dan banten sebagai dasar bagi perkembanganislam di Banten.
PERKEMBANGAN ISLAM DI SULAWESI Masuknya islam di Sulawesi tidak terlepas dari peranan Sunan Giri di Gresik. Hal itu karena Sunan Giri menyelenggarakan pesantren yang banyak didatangi oleh santri dari luar Jawa, seperti ternate dan hiu. Pada abad ke-16 di sulsel telah berdiri kerajaan hindhu gowa dan tallo. Penduduknya banyak yang memeluk agama islam karena hubungannya dengan kesultanan Ternate.
PERKEMBANGAN ISLAM DI KALIMANTAN Pada abad ke-16, islam mulai memasuki kerajaan Sukadana. Dibagian selatan Kalimantan berdiri kerajaan islam banjar pada sekitar tahun 1526. Panngeran Suriansyah merupakan tokoh yang amat penting dalam sejarah islam di Kalimantan. Dalam usaha mengembangkan islam/ Syekh muhamad arsyad al-Banjari mendirikan pondok pesantren untuk menampung santri yang datang dari berbagai pelosok Kalimantan. Pada masa berikutnya muncul seorang pahlawan Kalimatan yang sangat berjasa dalam mengembangkan islam. Ia adalah SULTAN AMIRUDIN KHALIFATUL MUKMININ. Yang lebih dikenal nama pangeran Antasari.
PERKEMBANGAN ISLAM DI MALUKU DAN IRIAN JAYA Penyebaran islam di Maluku tidak lepas dari jasa para santri Sunan Drajat yang berasal dari Ternate dan Hitu. Di Maluku ada 4 kerajaan bersaudara yang berasal dari keturunan yang sama yaitu Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo. Raja Tidore masuk islam dan mengganti nama menjadi Sultan Jamalludin. Demikian juga raja Jailolo, ia masuk isalm dan mengganti nama menjadi Sultan Hassanudin. Peran kesultanan Ternate dalam penyebaran islam baru dimulai pada masa Sultan Zaenal Abidin. Ia juga berhasil mengambangkan islam ke Maluku dan Irian Jaya bahkan sampai ke Filipina.
Copyright http://www.docstoc.com
Selengkapnya...
Perkembangan Islam di Indonesia Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung di beberapa tempat, yaitu Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Maliku, Irian Jaya, dan Nusa Tenggara.
Perkembangan Islam di Sumatera. Pada pertengahan abad ke-13, di Sumatera telah berdiri kerajaan Islam Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, kerajaan ini terletak di pesisir timur laut aceh yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Lhouksumawe. Samudera Pasai adalah sebuah kerajaan maritim, samudera pasai telah mengadakan hubungan dengan Sultan Delhi di India pada pelayaran kerajaan Samudra Pasai merupakan pusat studi agama Islam dan tempat berkumpulnya para ulama dari berbagai negara Islam.
Perkembangan Islam di Jawa Perkembangan di Jawa tidak bisa dipisahkan dari peranan wali, jumlah wali yang terkenal sampai sekarang adalah sembilan, yang dalam bahasa dikenal dengan sebutan WALI SONGO. Para wali yang termasuk dalam wali songo adalah sebagai berikut :
a)MAULANA MALIK IBRAHIM Maulana malik ibrahim juga dikenal dengan panggilan Maulana Maghribi atau syekh Magribi, karena berasal dari wilayah Maghribi, Afrika Utara. Kedatangannya dianggap sebagai permulaan masuknya Islam di Jawa. Maulana Malik Ibrahim menerapkan metode dakwah yang tepat untuk menarik simpati masyarakat terhadap Islam.
b)SUNAN AMPEL Pada awal penyiaran Islam di pulau Jawa, Sunan Ampel menginginkan masyarakat menganut keyakinan Islam yang murni. Ia tidak setuju dengan kebiasaan masyarakat Jawa, seperti kenduri, selamatan dan sesaji. Hal itu terlihat dari persetujuannya ketika Sunan Kalijaga, dalam ocehannya menarik umat Hindhu dan Budha mengusulkan agar adat istiadat Jawa itulah yang diberi warna Islam.
c)SUNAN BONANG Dalam menyebarkan agama Islam, ia selalu menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat yang sangat menggemari wayang serta musik gamelan. Sunan Bonang memusatkan kegiatan dakwahnya di Tuban. Dalam aktifitasnnya ia mengganti nama dewa dengan nama-nama malaikat.
d)SUNAN GIRI Sunan Giri memulai aktifitas dakwahnya didaerah Giri dan sekitarnya dengan mendirikan pesantren yang santrinya kebanyakan berasal dari golongan masyarakat ekonomi lemah. Sunan Giri terkenal sebagai pendidik yang berjiwa demokratis.
e)SUNAN DRAJAT Sunan Drajat juga tidak ketinggalan untuk menciptakan tembang jawa yang sampai saat ini masih digemari masyarakat, yaitu tembang pangkur. Hal yang paling menonjol dalam dakwah sunan drajat ialah perhatiannya yang serius pada masalah-masalah sosial, ia selalu menekan bahwa memberi pertolongan kepada masyarakat umum.
f)SUNAN KALIJAGA Ketika para wali memutuskan untuk menggunakan pendekatan kultural termasuk pemanfaatan wayang dan gamelan sebagai media dakwah, orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga mengarang aneka cerita wayang bernafaskan Islam terutama mengenai etika.
g)SUNAN KUDUS Sunan Kudus mengajarkan agama Islam didaerah Kudus dan sekitarnya, ia mempunyai keahlian khusus dalam ilmu fiqih, urul fiqih, tauhid, hadits, tafsir dan logika.
Oleh karena itu ia mendapat julukan waliyyul ‘ilmi. Sunan Kudus juga melaksanakan
dakwah dengan pendekatan kultural.
h)SUNAN MURIA Sunan Muria memusatkan kegiatan dakwahnya di Gunung Muria yang terletak 18 km sebelah utara kota Kudus. Cara yang ditempuhnya dalam menyiarkan agama islam adalah dengan mengadakan kursus-kursus bagi kaum pedagang, para nelayan, dan rakyat biasa.
i)SUNAN GUNUNG JATI Sunan gunung Jati lahir di Mekkah pada tahun 1448. ia mengembangkan ajaran islam di cirebon, majalengka, kuningan, kawali, sunda kelapa dan banten sebagai dasar bagi perkembanganislam di Banten.
PERKEMBANGAN ISLAM DI SULAWESI Masuknya islam di Sulawesi tidak terlepas dari peranan Sunan Giri di Gresik. Hal itu karena Sunan Giri menyelenggarakan pesantren yang banyak didatangi oleh santri dari luar Jawa, seperti ternate dan hiu. Pada abad ke-16 di sulsel telah berdiri kerajaan hindhu gowa dan tallo. Penduduknya banyak yang memeluk agama islam karena hubungannya dengan kesultanan Ternate.
PERKEMBANGAN ISLAM DI KALIMANTAN Pada abad ke-16, islam mulai memasuki kerajaan Sukadana. Dibagian selatan Kalimantan berdiri kerajaan islam banjar pada sekitar tahun 1526. Panngeran Suriansyah merupakan tokoh yang amat penting dalam sejarah islam di Kalimantan. Dalam usaha mengembangkan islam/ Syekh muhamad arsyad al-Banjari mendirikan pondok pesantren untuk menampung santri yang datang dari berbagai pelosok Kalimantan. Pada masa berikutnya muncul seorang pahlawan Kalimatan yang sangat berjasa dalam mengembangkan islam. Ia adalah SULTAN AMIRUDIN KHALIFATUL MUKMININ. Yang lebih dikenal nama pangeran Antasari.
PERKEMBANGAN ISLAM DI MALUKU DAN IRIAN JAYA Penyebaran islam di Maluku tidak lepas dari jasa para santri Sunan Drajat yang berasal dari Ternate dan Hitu. Di Maluku ada 4 kerajaan bersaudara yang berasal dari keturunan yang sama yaitu Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo. Raja Tidore masuk islam dan mengganti nama menjadi Sultan Jamalludin. Demikian juga raja Jailolo, ia masuk isalm dan mengganti nama menjadi Sultan Hassanudin. Peran kesultanan Ternate dalam penyebaran islam baru dimulai pada masa Sultan Zaenal Abidin. Ia juga berhasil mengambangkan islam ke Maluku dan Irian Jaya bahkan sampai ke Filipina.
Copyright http://www.docstoc.com
Selasa, 12 April 2011
Selasa, 05 April 2011
Bisikan hati kecil
Prinsipku
Jadi diri sendiri,berawal dari cerita inspirasi
bukan legenda bukan dogeng,
jd minoritas ditegah2 kekuatan besar.
Aku pengen jd driku sendiri,bukan sombong atau angkuh.
Pertahankan prinsip bukan jadi penjilat,daya diri sendiri bukan fiktif.
gak perlu tinta hitam diatas kertas.
Kehdupan nyata jd pembuktian.
gak akan mau seperti mereka.
Kamu bilang aku
Mungkin kalou aku bisa menjelaskan apa yg sebenernya terjadi mungkin gak akan seperti ini.
Aku sadar aku yg salah tp kesalahan ini gak mungkin terjadi kalau km gak memberi harapan.
Bukan aku,bukan juga km, tp aku yakin suatu saat pasti ada yg akan mengukap kisah ini,dan cinta ini akan selalu memberi maaf.
Maaf
Ngertilah kamu, aku selalu beharap,?
cinta tulus dari dasar hatimu.
Aku!.terus dan selalu disakiti,
percayalah cinta ini akan selalu memberi maaf
dan aku percaya rasa ini tak akan pernah mati
lihat caba lihat sekilas, walau hanya sekedip mata
Hati dan pearasaan disakiti rasa.
Terimakasih cinta terimakasih bijaksana.
Aneh !!
Seperti katamu tentang aku ,kamu dan perbedaan
pikirmu tentang semua yang berbeda
kisah nyata dan mimpi setiap manusia
tersamar dilangit malam yang gelap
terukir jelas dikala malam, tehapus cahaya dikala siang
bukankah cahaya terang yang jadi tujuan
menuju titik secerah dan cerianya bintang malam
kenapa harus tersamarkan oleh gelap malam
temukan dia, raih dan peluklah dengan erat.
Minggu, 03 April 2011
Sabtu, 02 April 2011
Aktivasi Windows 7 Ultimate
Aktivasinya :
1. Instal windows 7 (saat instal,bila diminta key/serial, saya sarankan dikosongkan saja).
2. Download Tool Windows 7 Loader v1.8(crack)downloadpassword=jo3
klik info
3. Ekstrak Jalankan Windows 7 Loader.
4. Klik Install.
5. Tunggu hingga muncul kotak dialog.terahir komputer minta restart dan aktivasi berhasil.
6.Masih belum jelas dan ga'k ngerti, terjun aja kelaut.
Selengkapnya...
Selasa, 22 Maret 2011
Rabu, 26 Januari 2011
Sengkuni
ARYA SENGKUNI yang waktu mudanya bernama Trigantalpati adalah putra kedua Prabu Gandara, raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini.
Arya Sengkuni mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama Dewi Gandari, Arya Surabasata dan Arya Gajaksa.
Arya Sengkuni menikah dengan Dewi Sukesti, putri Prabu Keswara raja negara Plasajenar.
Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama ; Arya Antisura/Arya Surakesti, Arya Surabasa dan Dewi Antiwati yang kemudian diperistri Arya Udawa, patih negara Dwarawati.
Arya Sengkuni mempunyai sifat perwatakan ; tangkas, pandai bicara, buruk hati, dengki dan licik.
Arya Sengkuni bukan saja ahli dalam siasat dan tata pemerintahan serta ketatanegaraan, tetapi juga mahir dalam olah keprajuritan.
Arya Sengkuni mempunyai pusaka berwujud Cis (=Tombak pendek untuk memerintah gajah) yang mempunyai khasiat dapat menimbulkan air bila ditancapkan ke tanah.
Dalam perang Bharatayuda, Arya Sengkuni diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa setelah gugurnya Prabu Salya, raja negara Mandaraka.
Arya Sengkuni mati dengan sangat menyedihkan di tangan Bima.
Tubuhnya dikuliti dan kulitnya diberikan kepada Dewi Kunti untuk melunasi sumpahnya.
Mayat Sakuni kemudian dihancurkan dengan gada Rujakpolo.
PATIH HARYA SAKUNI
Patih Harya Sakuni putra raja negara Palasajenar. Ia kelak akan menggantikan sebagai raja. Sewaktu mudanya bernama Harya Suman.
Pada waktu negara Madura diperintah Prabu Kuntiboja, baginda mengadakan perlombaan memilih calon suami bagi Dewi Kunti. Dengan diikuti adiknya perempuan, Dewi Gendari, hendak ikut serta di dalam perlombaan, tetapi terlambat datangnya. Di jalan ia berjumpa dengan Raden Pandu yang telah menang di dalam perlombaan itu. Harya Sakuni hendak merebut Dewi Kunti dan terjadilah perang. Sakuni kalah dan menyerahkan adiknya, Gendari, sebagai penebus kekalahannya itu.
Setibanya di Astina, Dewi Gendari dikawinkan dengan Raden Destarastra. Setelah Destarastra menjadi raja Astina, Harya Sakuni
diangkat menjadi Patih.
Harya Sakuni pandai berbicara, tetapi ia tidak jujur. Kepandaiannya selalu digunakannya untuk bertipu daya. Tetapi karena kepandaiannya itu, ia berguna juga bagi negara Astina. Adat kelakuan yang demikian menyebabkan terjadinya di dalam bahasa Jawa perumpamaan Seperti Sakuni bagi seseorang yang banyak akalnya.
Karena pandainya menggunakan bahasa dan berputar lidah, kata-kata Sakuni selalu dalam maksudnya dan bisa menjerat lawannya. Katakatanya enak untuk didengar dan mereka yang mendengarnya tertarik seperti kena guna pengasih saja.
Mengingat asal-usulnya, seorang orang yang mulia dan berhak menjadi raja negara Palasajenar, tetapi sesudah ia mengikuti saudara perempuannya yang kemudian diperistri Prabu Destarastra, raja negara Astina yang mempunyai seratus orang anak, maka ia pun memberatkan Astina.
Di negara Astina, Sakuni mempunyai sahabat karib, ialah Pandita Durna yang bersamaan tabiat dengan dia. Kedua tokoh itu memimpin Astina di dalam keadaan dan persoalan yang sulit-sulit. Di dalam pewayangan mereka umumnya dianggap tokoh-tokoh tak baik, padahal mereka bukan orang-orang sembarangan dan hanya oleh karena mereka berpihak pada Astina, dianggaplah mereka sebagai tokoh-tokoh tak baik.
Dalam perang Baratayuda, Sakuhi mati dirobek-robek mulutnya oleh Wrekodara. Sakuni bermata kedondongan, berhidung mungkal gerang, berbentuk batu asahan yang sudah aus, bergigi gusen, berjenggot. Kedua tangannya berlainan bentuk, yang satu tangan raksasa dan yang lainnya menunjuk, seperti tangan dagelan. Bergelang, berpontoh, dan berkeroncong. Kepala berketu udeng. Bersunting kembang kluwih. Berkalung ulur-ulur. Berkain rapekan tentara, bercelana cindai.
Dalam cerita Sakuni mengidap sakit napas. Digambar tampak bahu
tangan belakang agak naik, menandakan, bahwa orangnya mempunyai sakit napas.
Matinya Sakuni melambangkan, bahwa orang pandai bicara yang tak jujur sepantasnya kalau dirobek-robek mulutnya.
Sumber : Sejarah Wayang Purwa - Hardjowirogo - PN Balai Pustaka - 1982
Copyright http://ki-demang.com Selengkapnya...
Arya Sengkuni mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama Dewi Gandari, Arya Surabasata dan Arya Gajaksa.
Arya Sengkuni menikah dengan Dewi Sukesti, putri Prabu Keswara raja negara Plasajenar.
Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama ; Arya Antisura/Arya Surakesti, Arya Surabasa dan Dewi Antiwati yang kemudian diperistri Arya Udawa, patih negara Dwarawati.
Arya Sengkuni mempunyai sifat perwatakan ; tangkas, pandai bicara, buruk hati, dengki dan licik.
Arya Sengkuni bukan saja ahli dalam siasat dan tata pemerintahan serta ketatanegaraan, tetapi juga mahir dalam olah keprajuritan.
Arya Sengkuni mempunyai pusaka berwujud Cis (=Tombak pendek untuk memerintah gajah) yang mempunyai khasiat dapat menimbulkan air bila ditancapkan ke tanah.
Dalam perang Bharatayuda, Arya Sengkuni diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa setelah gugurnya Prabu Salya, raja negara Mandaraka.
Arya Sengkuni mati dengan sangat menyedihkan di tangan Bima.
Tubuhnya dikuliti dan kulitnya diberikan kepada Dewi Kunti untuk melunasi sumpahnya.
Mayat Sakuni kemudian dihancurkan dengan gada Rujakpolo.
PATIH HARYA SAKUNI
Patih Harya Sakuni putra raja negara Palasajenar. Ia kelak akan menggantikan sebagai raja. Sewaktu mudanya bernama Harya Suman.
Pada waktu negara Madura diperintah Prabu Kuntiboja, baginda mengadakan perlombaan memilih calon suami bagi Dewi Kunti. Dengan diikuti adiknya perempuan, Dewi Gendari, hendak ikut serta di dalam perlombaan, tetapi terlambat datangnya. Di jalan ia berjumpa dengan Raden Pandu yang telah menang di dalam perlombaan itu. Harya Sakuni hendak merebut Dewi Kunti dan terjadilah perang. Sakuni kalah dan menyerahkan adiknya, Gendari, sebagai penebus kekalahannya itu.
Setibanya di Astina, Dewi Gendari dikawinkan dengan Raden Destarastra. Setelah Destarastra menjadi raja Astina, Harya Sakuni
diangkat menjadi Patih.
Harya Sakuni pandai berbicara, tetapi ia tidak jujur. Kepandaiannya selalu digunakannya untuk bertipu daya. Tetapi karena kepandaiannya itu, ia berguna juga bagi negara Astina. Adat kelakuan yang demikian menyebabkan terjadinya di dalam bahasa Jawa perumpamaan Seperti Sakuni bagi seseorang yang banyak akalnya.
Karena pandainya menggunakan bahasa dan berputar lidah, kata-kata Sakuni selalu dalam maksudnya dan bisa menjerat lawannya. Katakatanya enak untuk didengar dan mereka yang mendengarnya tertarik seperti kena guna pengasih saja.
Mengingat asal-usulnya, seorang orang yang mulia dan berhak menjadi raja negara Palasajenar, tetapi sesudah ia mengikuti saudara perempuannya yang kemudian diperistri Prabu Destarastra, raja negara Astina yang mempunyai seratus orang anak, maka ia pun memberatkan Astina.
Di negara Astina, Sakuni mempunyai sahabat karib, ialah Pandita Durna yang bersamaan tabiat dengan dia. Kedua tokoh itu memimpin Astina di dalam keadaan dan persoalan yang sulit-sulit. Di dalam pewayangan mereka umumnya dianggap tokoh-tokoh tak baik, padahal mereka bukan orang-orang sembarangan dan hanya oleh karena mereka berpihak pada Astina, dianggaplah mereka sebagai tokoh-tokoh tak baik.
Dalam perang Baratayuda, Sakuhi mati dirobek-robek mulutnya oleh Wrekodara. Sakuni bermata kedondongan, berhidung mungkal gerang, berbentuk batu asahan yang sudah aus, bergigi gusen, berjenggot. Kedua tangannya berlainan bentuk, yang satu tangan raksasa dan yang lainnya menunjuk, seperti tangan dagelan. Bergelang, berpontoh, dan berkeroncong. Kepala berketu udeng. Bersunting kembang kluwih. Berkalung ulur-ulur. Berkain rapekan tentara, bercelana cindai.
Dalam cerita Sakuni mengidap sakit napas. Digambar tampak bahu
tangan belakang agak naik, menandakan, bahwa orangnya mempunyai sakit napas.
Matinya Sakuni melambangkan, bahwa orang pandai bicara yang tak jujur sepantasnya kalau dirobek-robek mulutnya.
Sumber : Sejarah Wayang Purwa - Hardjowirogo - PN Balai Pustaka - 1982
Copyright http://ki-demang.com Selengkapnya...
Sabtu, 15 Januari 2011
10 Tips Menarik Lebih Banyak Komentar di Blog Anda
Salah satu kelebihan blog adalah sifatnya yang interaktif. Melalui kolom komentar, pembaca blog bisa berkomunikasi secara langsung dengan si pemilik blog ataupun dengan pembaca blog yang lain. Jumlah komentar di sebuah blog juga bisa menjadi ukuran kesuksesan seorang blogger. Semakin banyak jumlah komentar, maka semakin populer pula blog tersebut. Sayangnya, tidak semua blog bisa mendapatkan banyak komentar. Hanya sedikit blog yang berhasil menarik pembacanya untuk meninggalkan komentar.
Adakah rahasianya?
Pertanyaan jamak yang kemudian seringkali hinggap di kepala setiap blogger adalah: "Bagaimana saya bisa mendapatkan 100 atau lebih komentar di blog saya?"
Dibawah ini adalah 10 tips untuk mendapatkan lebih banyak komentar yang saya sarikan dari pengalaman saya pribadi.
10 Tips Menarik Lebih Banyak Komentar di Blog Anda
1. Dorong Pembaca Blog Anda Untuk Berkomentar
Mintalah, dan Anda akan mendapatkan. Hukum ini juga berlaku di dunia blogging. Jika Anda ingin pembaca blog Anda memberikan komentar di blog Anda, jangan ragu-ragu untuk memintanya. Dorong pembaca blog Anda untuk berbagi komentar tentang topik tertentu yang Anda tulis di blog Anda. Jika Anda melakukannya dengan sopan, saya percaya pembaca blog Anda pasti akan tergerak untuk memberikan komentar di blog Anda.
Poin: Dalam beberapa artikel saya biasa mendorong pembaca blog ini untuk berbagi komentar dengan cara mengimbuhkan kalimat "dorongan" berkomentar sebagai berikut: "Bagaimana menurut Anda? Senang sekali jika Anda mau berbagi pendapat dengan saya disini. :)"
Contoh artikel: Make Money from Blog Itu Gampang?
2. Ajukan Pertanyaan Kepada Pembaca Blog Anda
Salah satu cara paling berhasil untuk mendapatkan komentar di blog Anda adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada pembaca blog Anda. Jangan takut apabila Anda tidak mendapatkan respon seperti yang Anda inginkan. Setidaknya, jika Anda mengajukan pertanyaan, pembaca blog Anda akan tahu bahwa Anda ingin berinteraksi lebih dekat lagi dengan pembaca blog Anda. Bertanyalah dengan sopan dan sesuaikan dengan topik blog Anda.
Poin: Dalam salah satu artikel saya sengaja mengajukan pertanyaan pendek kepada pembaca blog ini dengan pertanyaan berikut untuk menarik komentar: "Apa alasan Anda membaca Blogguebo.com?"
Contoh artikel: Birthday Present untuk Pembaca Blogguebo.com
3. Permudah Cara Berkomentar di Blog Anda
Bayangkan betapa repotnya pembaca blog Anda jika harus menuliskan capcha atau password atau malah harus log in terlebih dahulu untuk berkomentar di blog Anda. Jika Anda benar-benar ingin menumbuhkan budaya berkomentar di blog Anda, akan lebih baik apabila Anda mempermudah cara berkomentar di blog Anda. Hilangkan fitur moderasi, capcha, password atau apapun yang hanya akan membuat pembaca blog Anda malas berkomentar.
Poin: Di blog ini misalnya, setiap pembaca bisa meninggalkan komentar dengan mudah tanpa harus memasukkan kode huruf, capcha atau password apapun.
4. Balas Komentar Pembaca Blog Anda
Ketika pembaca blog Anda memberikan komentar di blog Anda, sejatinya ia ingin berinteraksi dengan Anda maupun dengan pembaca blog yang lain. Balaslah komentar-komentar di blog Anda (selagi jumlahnya belum banyak) dan suatu hari Anda akan terkejut mendapati semakin banyaknya komentar yang diberikan oleh pembaca blog Anda. Membalas komentar juga menjadi salah satu cara untuk menghargai pembaca blog Anda.
Poin: Saya selalu berusaha (selagi bisa) membalas komentar yang diberikan oleh pembaca blog ini. Dan hasilnya memang sangat positif. Blog ini menjadi (sedikit) berbeda dengan blog-blog lain karena saya berusaha selalu membalas setiap komentar di setiap artikel yang saya tulis. :)
Contoh artikel: Hampir di semua artikel.
5. Beri Insentif Untuk Komentar di Blog Anda
Memberikan insentif untuk berkomentar di blog Anda bisa menjadi salah satu cara tercepat untuk mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda. Insentif tidak perlu mahal. Malah bisa gratis. Anda bisa sekedar memberikan do-follow backlink, komentar balik atau sekedar e-book gratis. Yang terpenting adalah itikad baik Anda untuk memberikan sekedar balas budi kepada pembaca blog Anda yang telah berkomentar.
Poin: Di blog ini saya memberikan do-follow backlink untuk setiap komentar yang ditinggalkan di blog ini (termasuk juga komentar "Pertamaxx". Hehehe).
6. Menulislah Dengan Santun
Meskipun nampaknya tidak berkaitan, namun sejatinya gaya menulis yang santun memiliki pengaruh terhadap sikap penerimaan pembaca blog Anda. Jika Anda menulis dengan santun, pembaca blog Anda akan merasa dihargai dan sebagai imbalannya akan lebih mudah memberikan komentar di blog Anda.
Poin: Saya selalu berusaha untuk menulis dengan santun, meskipun tentu tetap dengan gaya saya pribadi. Demikian halnya ketika membalas komentar pembaca.
Contoh artikel: Hampir di semua artikel. :)
7. Tulislah Artikel Yang Memancing Rasa Ingin Tahu
Tips lain untuk mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda adalah dengan membuat tulisan "menggantung" alias open-ended yang memancing rasa ingin tahu pembaca. Buatlah pembaca blog Anda penasaran dan "terpaksa" bertanya di bagian kolom komentar. Namun demikian, ada baiknya jika tips ini tidak terus-menerus Anda pergunakan. Pembaca blog Anda pun suatu saat akan merasa jengah bila dipaksa untuk terus-menerus membaca artikel yang selalu "menggantung" tanpa kesimpulan.
Poin: Saya pernah mencoba menggunakan tips ini untuk memancing rasa ingin tahu pembaca blog ini tentang topik marketing revolution untuk blog (maaf, belum sempat menulis artikelnya).
Contoh artikel: Apa Itu Marketing Revolution?
8. Bangun Budaya Berkomentar Yang Positif
Anda adalah pencipta budaya berkomentar di blog Anda sendiri. Jika Anda terbiasa membalas komentar dengan negatif, kasar, acuh tak acuh dan sekedarnya, maka budaya itulah yang akan diikuti oleh pembaca blog Anda. Sebaliknya, jika Anda terbiasa membalas komentar dengan positif, respek, santun dan rendah hati, maka budaya itu pulalah yang akan menular kepada pembaca blog Anda.
Poin: Semampu saya, saya berusaha membangun budaya berkomentar yang positif di blog ini dengan selalu membalas komentar juga dengan cara yang positif, santun dan menghargai. :)
9. Buatlah Kontes Komentar Terbanyak
Tips ini bisa Anda lakukan jika cara-cara lain relatif kurang memberikan hasil. Dengan mengadakan kontes komentar terbanyak (tentu dengan hadiah yang cukup menarik), maka pembaca blog Anda pasti akan tergerak untuk sering meninggalkan komentar di blog Anda. Kerugian cara ini, Anda harus memiliki budget ekstra untuk sekedar memberikan hadiah bagi pemenang kontes yang Anda adakan.
Poin: Terus terang saya belum pernah menerapkan tips ini. Namun bukan tidak mungkin, suatu saat nanti saya akan mengadakan kontes komentar terbanyak di blog ini. Jadi, tetap stay tune disini ya. :)
10. Berkomentar di Blog Lain
Jika segala daya upaya di blog Anda sendiri tidak berhasil, Anda bisa mencoba menarik lebih banyak komentar di blog Anda dengan terlebih dahulu memberikan komentar di blog lain. Anda memberi, maka Anda akan menerima. Hukum yang sama juga berlaku di dunia blogging. Jadi, jika komentar di blog Anda masih relatif sedikit, cobalah keluar dan berikan komentar di blog-blog yang setopik dengan blog Anda.
Poin: Pada awal-awal menjalani aktivitas blogging, saya selalu menyempatkan diri berkomentar di setidaknya 10 blog yang berbeda setiap harinya.
----------------------------------
Ke-10 tips diatas hanyalah sekedar pengalaman pribadi saya mengenai bagaimana cara mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda.
Meskipun demikian, komentar hanyalah komentar. Tidak ada untungnya merasa patah semangat hanya karena masih sedikitnya jumlah komentar di blog Anda. Bahkan blog-blog paling populer pun sebenarnya hanya menarik paling banyak 1 persen dari seluruh pembacanya untuk berkomentar.
Jika Anda sabar serta persisten menerapkan tips-tips diatas, yakinlah bahwa Anda sebenarnya sedang menumbuhkan sebuah blog yang tidak hanya akan menarik lebih banyak komentar, namun juga akan menumbuhkan sebuah ikatan komunitas antara Anda dan pembaca blog Anda.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips-tips brillian yang lain untuk mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda? Senang sekali jika Anda mau membagikannya dengan saya di disini.
Semoga bermanfaat.
(Gambar diambil dari PJLightHouse.com)
Medhy Aginta Hidayat
Copyright http://www.blogguebo.com Selengkapnya...
Adakah rahasianya?
Pertanyaan jamak yang kemudian seringkali hinggap di kepala setiap blogger adalah: "Bagaimana saya bisa mendapatkan 100 atau lebih komentar di blog saya?"
Dibawah ini adalah 10 tips untuk mendapatkan lebih banyak komentar yang saya sarikan dari pengalaman saya pribadi.
10 Tips Menarik Lebih Banyak Komentar di Blog Anda
1. Dorong Pembaca Blog Anda Untuk Berkomentar
Mintalah, dan Anda akan mendapatkan. Hukum ini juga berlaku di dunia blogging. Jika Anda ingin pembaca blog Anda memberikan komentar di blog Anda, jangan ragu-ragu untuk memintanya. Dorong pembaca blog Anda untuk berbagi komentar tentang topik tertentu yang Anda tulis di blog Anda. Jika Anda melakukannya dengan sopan, saya percaya pembaca blog Anda pasti akan tergerak untuk memberikan komentar di blog Anda.
Poin: Dalam beberapa artikel saya biasa mendorong pembaca blog ini untuk berbagi komentar dengan cara mengimbuhkan kalimat "dorongan" berkomentar sebagai berikut: "Bagaimana menurut Anda? Senang sekali jika Anda mau berbagi pendapat dengan saya disini. :)"
Contoh artikel: Make Money from Blog Itu Gampang?
2. Ajukan Pertanyaan Kepada Pembaca Blog Anda
Salah satu cara paling berhasil untuk mendapatkan komentar di blog Anda adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada pembaca blog Anda. Jangan takut apabila Anda tidak mendapatkan respon seperti yang Anda inginkan. Setidaknya, jika Anda mengajukan pertanyaan, pembaca blog Anda akan tahu bahwa Anda ingin berinteraksi lebih dekat lagi dengan pembaca blog Anda. Bertanyalah dengan sopan dan sesuaikan dengan topik blog Anda.
Poin: Dalam salah satu artikel saya sengaja mengajukan pertanyaan pendek kepada pembaca blog ini dengan pertanyaan berikut untuk menarik komentar: "Apa alasan Anda membaca Blogguebo.com?"
Contoh artikel: Birthday Present untuk Pembaca Blogguebo.com
3. Permudah Cara Berkomentar di Blog Anda
Bayangkan betapa repotnya pembaca blog Anda jika harus menuliskan capcha atau password atau malah harus log in terlebih dahulu untuk berkomentar di blog Anda. Jika Anda benar-benar ingin menumbuhkan budaya berkomentar di blog Anda, akan lebih baik apabila Anda mempermudah cara berkomentar di blog Anda. Hilangkan fitur moderasi, capcha, password atau apapun yang hanya akan membuat pembaca blog Anda malas berkomentar.
Poin: Di blog ini misalnya, setiap pembaca bisa meninggalkan komentar dengan mudah tanpa harus memasukkan kode huruf, capcha atau password apapun.
4. Balas Komentar Pembaca Blog Anda
Ketika pembaca blog Anda memberikan komentar di blog Anda, sejatinya ia ingin berinteraksi dengan Anda maupun dengan pembaca blog yang lain. Balaslah komentar-komentar di blog Anda (selagi jumlahnya belum banyak) dan suatu hari Anda akan terkejut mendapati semakin banyaknya komentar yang diberikan oleh pembaca blog Anda. Membalas komentar juga menjadi salah satu cara untuk menghargai pembaca blog Anda.
Poin: Saya selalu berusaha (selagi bisa) membalas komentar yang diberikan oleh pembaca blog ini. Dan hasilnya memang sangat positif. Blog ini menjadi (sedikit) berbeda dengan blog-blog lain karena saya berusaha selalu membalas setiap komentar di setiap artikel yang saya tulis. :)
Contoh artikel: Hampir di semua artikel.
5. Beri Insentif Untuk Komentar di Blog Anda
Memberikan insentif untuk berkomentar di blog Anda bisa menjadi salah satu cara tercepat untuk mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda. Insentif tidak perlu mahal. Malah bisa gratis. Anda bisa sekedar memberikan do-follow backlink, komentar balik atau sekedar e-book gratis. Yang terpenting adalah itikad baik Anda untuk memberikan sekedar balas budi kepada pembaca blog Anda yang telah berkomentar.
Poin: Di blog ini saya memberikan do-follow backlink untuk setiap komentar yang ditinggalkan di blog ini (termasuk juga komentar "Pertamaxx". Hehehe).
6. Menulislah Dengan Santun
Meskipun nampaknya tidak berkaitan, namun sejatinya gaya menulis yang santun memiliki pengaruh terhadap sikap penerimaan pembaca blog Anda. Jika Anda menulis dengan santun, pembaca blog Anda akan merasa dihargai dan sebagai imbalannya akan lebih mudah memberikan komentar di blog Anda.
Poin: Saya selalu berusaha untuk menulis dengan santun, meskipun tentu tetap dengan gaya saya pribadi. Demikian halnya ketika membalas komentar pembaca.
Contoh artikel: Hampir di semua artikel. :)
7. Tulislah Artikel Yang Memancing Rasa Ingin Tahu
Tips lain untuk mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda adalah dengan membuat tulisan "menggantung" alias open-ended yang memancing rasa ingin tahu pembaca. Buatlah pembaca blog Anda penasaran dan "terpaksa" bertanya di bagian kolom komentar. Namun demikian, ada baiknya jika tips ini tidak terus-menerus Anda pergunakan. Pembaca blog Anda pun suatu saat akan merasa jengah bila dipaksa untuk terus-menerus membaca artikel yang selalu "menggantung" tanpa kesimpulan.
Poin: Saya pernah mencoba menggunakan tips ini untuk memancing rasa ingin tahu pembaca blog ini tentang topik marketing revolution untuk blog (maaf, belum sempat menulis artikelnya).
Contoh artikel: Apa Itu Marketing Revolution?
8. Bangun Budaya Berkomentar Yang Positif
Anda adalah pencipta budaya berkomentar di blog Anda sendiri. Jika Anda terbiasa membalas komentar dengan negatif, kasar, acuh tak acuh dan sekedarnya, maka budaya itulah yang akan diikuti oleh pembaca blog Anda. Sebaliknya, jika Anda terbiasa membalas komentar dengan positif, respek, santun dan rendah hati, maka budaya itu pulalah yang akan menular kepada pembaca blog Anda.
Poin: Semampu saya, saya berusaha membangun budaya berkomentar yang positif di blog ini dengan selalu membalas komentar juga dengan cara yang positif, santun dan menghargai. :)
9. Buatlah Kontes Komentar Terbanyak
Tips ini bisa Anda lakukan jika cara-cara lain relatif kurang memberikan hasil. Dengan mengadakan kontes komentar terbanyak (tentu dengan hadiah yang cukup menarik), maka pembaca blog Anda pasti akan tergerak untuk sering meninggalkan komentar di blog Anda. Kerugian cara ini, Anda harus memiliki budget ekstra untuk sekedar memberikan hadiah bagi pemenang kontes yang Anda adakan.
Poin: Terus terang saya belum pernah menerapkan tips ini. Namun bukan tidak mungkin, suatu saat nanti saya akan mengadakan kontes komentar terbanyak di blog ini. Jadi, tetap stay tune disini ya. :)
10. Berkomentar di Blog Lain
Jika segala daya upaya di blog Anda sendiri tidak berhasil, Anda bisa mencoba menarik lebih banyak komentar di blog Anda dengan terlebih dahulu memberikan komentar di blog lain. Anda memberi, maka Anda akan menerima. Hukum yang sama juga berlaku di dunia blogging. Jadi, jika komentar di blog Anda masih relatif sedikit, cobalah keluar dan berikan komentar di blog-blog yang setopik dengan blog Anda.
Poin: Pada awal-awal menjalani aktivitas blogging, saya selalu menyempatkan diri berkomentar di setidaknya 10 blog yang berbeda setiap harinya.
----------------------------------
Ke-10 tips diatas hanyalah sekedar pengalaman pribadi saya mengenai bagaimana cara mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda.
Meskipun demikian, komentar hanyalah komentar. Tidak ada untungnya merasa patah semangat hanya karena masih sedikitnya jumlah komentar di blog Anda. Bahkan blog-blog paling populer pun sebenarnya hanya menarik paling banyak 1 persen dari seluruh pembacanya untuk berkomentar.
Jika Anda sabar serta persisten menerapkan tips-tips diatas, yakinlah bahwa Anda sebenarnya sedang menumbuhkan sebuah blog yang tidak hanya akan menarik lebih banyak komentar, namun juga akan menumbuhkan sebuah ikatan komunitas antara Anda dan pembaca blog Anda.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips-tips brillian yang lain untuk mendapatkan lebih banyak komentar di blog Anda? Senang sekali jika Anda mau membagikannya dengan saya di disini.
Semoga bermanfaat.
(Gambar diambil dari PJLightHouse.com)
Medhy Aginta Hidayat
Copyright http://www.blogguebo.com Selengkapnya...
Jumat, 14 Januari 2011
Dicoba-dicoba
Bisnis tanpa modal. 1000% gratis
Selengkapnya...
Biografi Gus Dur (Abdurrahman Wahid)
Nama : Abdurrahman Wahid (Gus Dur )
lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur tanggal 7 September 1940, lahir dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal, dan diganti nama "Wahid", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.
Lebih lanjut tentang: Biografi GUS DUR
Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berarti "abang" atau "mas.
Lahir dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur.
Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU)
kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.
Ayah Gus Dur, yaitu KH Wahid Hasyim, terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya, Ny Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.
Pada tahun 1944, Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta, tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua I Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda.
Pada akhir tahun 1949, Wahid pindah ke Jakarta, dan ayahnya ditunjuk menjadi Menteri Agama. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari.
Pada April 1953, ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.
Tahun 1954, ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Pada tahun itu, ia tidak naik kelas. Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya.
Pada tahun 1957, lulus dari SMP, Wahid pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo
Didikan Luar Negeri
Pada tahun 1963, menerima beasiswa dari Kementerian Agama RI untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.
Pada tahun 1966, Pendidikan prasarjana beasiswa di Universitas Baghdad
Tahun 1970, belajar di Universitas Leiden, Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971.
Karir Awal
Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES),dan mendirikan majalah prisma, kemudian meneruskan karirnya sebagai jurnalis, dan menulis untuk majalah Tempo dan koran Kompas.lalu ia mulai mengembangkan reputasinya sebagai komentator sosial.
Pada tahun 1974 bekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas, Satu tahun kemudian, Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi guru Kitab Al Hikam.
Pada tahun 1977, Wahid bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai Dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam.
Nahdlatul Ulama
Wahid bergabung Sebagai anggota Dewan Penasehat Agama,setelah kakeknya, Bisri Syansuri, memberinya tawaran ketiga.
Pada pemilihan umum legislatif 1982,adalah pengalaman politik pertamanya berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pemilu 1999 dan SU MPR
Pada Juni 1999, PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. PKB memenangi 12 persen suara, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen suara.
Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB.
Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, berisi koalisi partai-partai Islam. Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.
Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.
Beberapa saat kemudian Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR menyatakan bahwa Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya meraih 313 suara.
Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukung Megawati mengamuk, dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden.
Setelah meyakinkan Jenderal Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta.
Pada 21 Oktober 1999 Megawati ikut dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP.
Lebih lanjut tentang: Biografi GUS DUR
Dari Abdurrahman Addakhil Menjadi Gus Dur
Abdurrahman “Addakhil”, itulah nama lengkapnya. Secara leksikal, Addakhil berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil KH Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol.
Belakangan kata Addakhil tak cukup dikenal dan diganti nama Wahid, Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada anak kiai yang berarti “mas”.
Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara, dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa Timur pada 4 Agustus 1940. Gus Dur adalah keturunan ‘darah biru’. Ayahnya, KH Wahid Hasyim adalah putra KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Hj Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah KH Abdul Wahab Hasbullah.
Pada 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda berakhir, ayahnya diangkat sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta. Tamu-tamu, terdiri para tokoh yang sebelumnya biasa dijumpai di rumah kakeknya, terus berlanjut ketika ayahnya menjadi menteri agama. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi Gus Dur. Ia mulai berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari para kolega ayahnya.
Sejak kanak-kanak, ibunya telah ditandai berbagai isyarat bahwa Gus Dur akan mengalami garis hidup yang berbeda dan memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap NU.
Pada April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai mobil ke daerah Jawa Barat untuk meresmikan madrasah. Di suatu tempat di sepanjang pegunungan antara Cimahi-Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa diselamatkan, tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa pengaruh tersendiri dalam kehidupannya.
Dalam kesehariannya, Gus Dur punya kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Ia juga aktif berkunjung ke perpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku serius. Karya-karya yang dibaca tidak hanya cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-dokumen manca negara.
Ia juga senang bermain bola, catur, dan musik. Kegemaran lain adalah nonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.
Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Jogjakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat ini pengembangan ilmu pengetahuannya mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studi di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak H Muh Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.
Musik Klasik
Pertama kali belajar, Gus Dur kecil belajar pada sang kakek, KH Hasyim Asy’ari. Saat serumah dengan kakek, ia diajari mengaji dan membaca Al Qur’an. Dalam usia lima tahun ia telah lancar membaca Al Qur’an.
Pada saat ayahnya pindah Jakarta, di samping belajar formal di sekolah, Gus Dur les privat Bahasa Belanda. Guru lesnya bernama Willem Buhl, seorang Jerman yang telah masuk Islam dan mengganti namanya dengan Iskandar. Untuk menambah pelajaran Bahasa Belanda, Buhl selalu menyajikan dengan musik klasik. Inilah pertama kali persentuhan Gu Dur dengan dunia Barat dan dari sini pula Gus Dur mulai tertarik dan mencintai musik klasik.
Menjelang lulus SD, Gus Dur memenangkan lomba karya tulis (mengarang) se-Jakarta. Karenanya wajar jika pada masa kemudian banyak tulisan Gus Dur menghiasai berbagai media massa.
Setelah lulus SD, Gus Dur dikirim orang tuanya belajar di Jogjakarta. Pada 1953 ia masuk SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan, sambil mondok di Pesantren Krapyak. Sekolah ini meski dikelola Gereja Katolik Roma, tetapi sepenuhnya menggunakan kurikulum sekuler. Di sekolah ini pula pertama Gus Dur belajar Bahasa Inggris.
Gus Dur lalu minta pindah ke kota dan tinggal di rumah H Junaidi, pimpinan lokal Muhammadiyah dan orang yang berpengaruh di SMEP. Kegiatan rutinnya, setelah salat subuh, mengaji pada KH Ma’sum Krapyak, siang hari sekolah di SMEP, dan malamnya ikut berdiskusi bersama H Junaidi dan anggota Muhammadiyah lainnya.
Ketika menjadi siswa SMEP, Gus Dur didorong oleh gurunya untuk menguasai Bahasa Inggris, sehingga dalam waktu satu-dua tahun Gus Dur menghabiskan beberapa buku berbahasa Inggris. Di antara buku-buku yang dibacanya adalah karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner. Ia juga membaca beberapa karya Johan Huizinga, Andre Malraux, Ortega Y Gasset, dan beberapa karya penulis Rusia, seperti Pushkin, Tolstoy, Dostoevsky dan Mikhail Sholokov. Gus Dur juga melahap habis beberapa karya Wiill Durant yang berjudul ‘The Story of Civilazation’.
Gus Dur juga aktif mendengarkan siaran radio Voice of America dan BBC London. Ketika mengetahui bahwa Gus Dur pandai berbahasa Inggis, Pak Sumatri-seorang guru SMEP yang juga anggota Partai Komunis- memberi buku karya Lenin ‘What is To Be Done’ . Pada saat yang sama, anak yang memasuki masa remaja ini telah mengenal Das Kapital-nya Karl Marx, filsafat Plato, Thales, dan sebagainya.
Setamat SMEP, Gus Dur melanjutkan belajar di Pesantren Tegalrejo Magelang. Pesantren ini diasuh KH Chudhari, kiai yang memperkenalkan Gus Dur dengan ritus-ritus sufi. Di bawah bimbingan kiai ini pula, Gus Dur mengadakan ziarah ke makam-makam para wali di Jawa.
Menghabiskan dua tahun di pesantren Tegalrejo, Gus Dur lalu kembali ke Jombang dan tinggal di Pesantren Tambak Beras. Saat itu usianya mendekati 20 tahun, sehingga di pesantren milik pamannya, KH Abdul Fatah, ia menjadi seorang ustadz, dan menjadi ketua keamanan.
Pada usia 22 tahun, Gus Dur ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, kemudian ke Mesir melanjutkan studi di Universitas Al Azhar.
Pada 1966 Gus Dur pindah ke Irak. Ia masuk Departement of Religion di Universitas Bagdad sampai 1970.
Di luar kampus, Gus Dur rajin mengunjungi makam-makam para wali, termasuk makam Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, pendiri jamaah tarekat Qadiriyah. Ia juga menggeluti ajaran Imam Junaid Al-Baghdadi, pendiri aliran tasawuf yang diikuti jemaah NU. Di sinilah Gus Dur menemukan sumber spiritualitasnya.
Dari Baghdad, Gus Dur ingin melanjutkan studi ke Eropa. Tetapi karena persyaratan ketat, utamanya dalam bahasa, –misalnya untuk masuk kajian klasik di Kohln harus menguasai bahasa Hebraw, Yunani atau Latin di samping bahasa Jerman–, tidak dapat dipenuhinya, akhirnya yang dilakukan adalah menjadi pelajar keliling dari satu universitas ke universitas lainnya.
Pada akhirnya Gus Dur menetap di Belanda selama enam bulan dan mendirikan Perkumpulan Pelajar Muslim Indonesia dan Malaysia yang tinggal di Eropa. Untuk biaya hidup di rantau, dua kali sebulan ia pergi ke pelabuhan untuk bekerja sebagai pembersih kapal tanker.
Perjalanan Karir
Sepulang dari pengembaraan mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang, memilih menjadi guru. Pada 1971 ia bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun sama Gus Dur mulai menekuni sebagaii kolumnis.
Pada 1974 Gus Dur diminta pamannya, KH Yusuf Hasyim membantu di Pesantren Tebu Ireng dengan menjadi sekretaris. Gus Dur mulai sering mendapat undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori LP3ES.
Pada 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Pada awal 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat diskusi dan perdebatan serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin ilmu.
Karier yang dianggap ‘menyimpang’ -dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1986, 1987.
Pada 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai KH As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 NU di Situbondo. Jabatan itu kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Jogjakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994).
Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden ke-4 RI. Meskipun sudah menjadi presiden, kenylenehan Gus Dur tak hilang.
Catatan karier Gus Dur yang patut juga dicatat adalah saat menjadi ketua Forum Demokrasi (1991-1999), dengan sejumlah anggota terdiri berbagai kalangan, khususnya nasionalis dan non muslim.
Dari perjalanannya tersebut memberikan gambaran betapa kompleks dan rumitnya perjalanan Gus Dur, bertemu dengan berbagai macam orang yang hidup dengan latar belakang ideologi, budaya, kepentingan, strata sosial dan pemikiran yang berbeda. wikipedia/berbagai sumber
Jejak Penghargaan Gus Dur:
Tokoh 1990, Majalah Editor, tahun 1990
Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation, Philipina, tahun 1991
Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, tahun 1991
Penghargaan Bina Ekatama, PKBI, tahun 1994
Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM), tahun 1998
Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, tahun 2000
Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000
Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000
Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000
Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University, September 2000
Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000
Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001
Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang, tahun 2002
Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan, 21 Maret 2003.
Copyright http://www.surya.co.id/2009/12/31/dari-abdurrahman-addakhil-menjadi-gus-dur.html
Selengkapnya...
lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur tanggal 7 September 1940, lahir dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal, dan diganti nama "Wahid", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.
Lebih lanjut tentang: Biografi GUS DUR
Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berarti "abang" atau "mas.
Lahir dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur.
Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU)
kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.
Ayah Gus Dur, yaitu KH Wahid Hasyim, terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya, Ny Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.
Pada tahun 1944, Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta, tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua I Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda.
Pada akhir tahun 1949, Wahid pindah ke Jakarta, dan ayahnya ditunjuk menjadi Menteri Agama. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari.
Pada April 1953, ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.
Tahun 1954, ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Pada tahun itu, ia tidak naik kelas. Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya.
Pada tahun 1957, lulus dari SMP, Wahid pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo
Didikan Luar Negeri
Pada tahun 1963, menerima beasiswa dari Kementerian Agama RI untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.
Pada tahun 1966, Pendidikan prasarjana beasiswa di Universitas Baghdad
Tahun 1970, belajar di Universitas Leiden, Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971.
Karir Awal
Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES),dan mendirikan majalah prisma, kemudian meneruskan karirnya sebagai jurnalis, dan menulis untuk majalah Tempo dan koran Kompas.lalu ia mulai mengembangkan reputasinya sebagai komentator sosial.
Pada tahun 1974 bekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas, Satu tahun kemudian, Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi guru Kitab Al Hikam.
Pada tahun 1977, Wahid bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai Dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam.
Nahdlatul Ulama
Wahid bergabung Sebagai anggota Dewan Penasehat Agama,setelah kakeknya, Bisri Syansuri, memberinya tawaran ketiga.
Pada pemilihan umum legislatif 1982,adalah pengalaman politik pertamanya berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pemilu 1999 dan SU MPR
Pada Juni 1999, PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. PKB memenangi 12 persen suara, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen suara.
Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB.
Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, berisi koalisi partai-partai Islam. Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.
Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.
Beberapa saat kemudian Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR menyatakan bahwa Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya meraih 313 suara.
Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukung Megawati mengamuk, dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden.
Setelah meyakinkan Jenderal Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta.
Pada 21 Oktober 1999 Megawati ikut dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP.
Lebih lanjut tentang: Biografi GUS DUR
Dari Abdurrahman Addakhil Menjadi Gus Dur
Abdurrahman “Addakhil”, itulah nama lengkapnya. Secara leksikal, Addakhil berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil KH Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol.
Belakangan kata Addakhil tak cukup dikenal dan diganti nama Wahid, Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada anak kiai yang berarti “mas”.
Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara, dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa Timur pada 4 Agustus 1940. Gus Dur adalah keturunan ‘darah biru’. Ayahnya, KH Wahid Hasyim adalah putra KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Hj Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah KH Abdul Wahab Hasbullah.
Pada 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda berakhir, ayahnya diangkat sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta. Tamu-tamu, terdiri para tokoh yang sebelumnya biasa dijumpai di rumah kakeknya, terus berlanjut ketika ayahnya menjadi menteri agama. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi Gus Dur. Ia mulai berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari para kolega ayahnya.
Sejak kanak-kanak, ibunya telah ditandai berbagai isyarat bahwa Gus Dur akan mengalami garis hidup yang berbeda dan memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap NU.
Pada April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai mobil ke daerah Jawa Barat untuk meresmikan madrasah. Di suatu tempat di sepanjang pegunungan antara Cimahi-Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa diselamatkan, tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa pengaruh tersendiri dalam kehidupannya.
Dalam kesehariannya, Gus Dur punya kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Ia juga aktif berkunjung ke perpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku serius. Karya-karya yang dibaca tidak hanya cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-dokumen manca negara.
Ia juga senang bermain bola, catur, dan musik. Kegemaran lain adalah nonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.
Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Jogjakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat ini pengembangan ilmu pengetahuannya mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studi di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak H Muh Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.
Musik Klasik
Pertama kali belajar, Gus Dur kecil belajar pada sang kakek, KH Hasyim Asy’ari. Saat serumah dengan kakek, ia diajari mengaji dan membaca Al Qur’an. Dalam usia lima tahun ia telah lancar membaca Al Qur’an.
Pada saat ayahnya pindah Jakarta, di samping belajar formal di sekolah, Gus Dur les privat Bahasa Belanda. Guru lesnya bernama Willem Buhl, seorang Jerman yang telah masuk Islam dan mengganti namanya dengan Iskandar. Untuk menambah pelajaran Bahasa Belanda, Buhl selalu menyajikan dengan musik klasik. Inilah pertama kali persentuhan Gu Dur dengan dunia Barat dan dari sini pula Gus Dur mulai tertarik dan mencintai musik klasik.
Menjelang lulus SD, Gus Dur memenangkan lomba karya tulis (mengarang) se-Jakarta. Karenanya wajar jika pada masa kemudian banyak tulisan Gus Dur menghiasai berbagai media massa.
Setelah lulus SD, Gus Dur dikirim orang tuanya belajar di Jogjakarta. Pada 1953 ia masuk SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan, sambil mondok di Pesantren Krapyak. Sekolah ini meski dikelola Gereja Katolik Roma, tetapi sepenuhnya menggunakan kurikulum sekuler. Di sekolah ini pula pertama Gus Dur belajar Bahasa Inggris.
Gus Dur lalu minta pindah ke kota dan tinggal di rumah H Junaidi, pimpinan lokal Muhammadiyah dan orang yang berpengaruh di SMEP. Kegiatan rutinnya, setelah salat subuh, mengaji pada KH Ma’sum Krapyak, siang hari sekolah di SMEP, dan malamnya ikut berdiskusi bersama H Junaidi dan anggota Muhammadiyah lainnya.
Ketika menjadi siswa SMEP, Gus Dur didorong oleh gurunya untuk menguasai Bahasa Inggris, sehingga dalam waktu satu-dua tahun Gus Dur menghabiskan beberapa buku berbahasa Inggris. Di antara buku-buku yang dibacanya adalah karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner. Ia juga membaca beberapa karya Johan Huizinga, Andre Malraux, Ortega Y Gasset, dan beberapa karya penulis Rusia, seperti Pushkin, Tolstoy, Dostoevsky dan Mikhail Sholokov. Gus Dur juga melahap habis beberapa karya Wiill Durant yang berjudul ‘The Story of Civilazation’.
Gus Dur juga aktif mendengarkan siaran radio Voice of America dan BBC London. Ketika mengetahui bahwa Gus Dur pandai berbahasa Inggis, Pak Sumatri-seorang guru SMEP yang juga anggota Partai Komunis- memberi buku karya Lenin ‘What is To Be Done’ . Pada saat yang sama, anak yang memasuki masa remaja ini telah mengenal Das Kapital-nya Karl Marx, filsafat Plato, Thales, dan sebagainya.
Setamat SMEP, Gus Dur melanjutkan belajar di Pesantren Tegalrejo Magelang. Pesantren ini diasuh KH Chudhari, kiai yang memperkenalkan Gus Dur dengan ritus-ritus sufi. Di bawah bimbingan kiai ini pula, Gus Dur mengadakan ziarah ke makam-makam para wali di Jawa.
Menghabiskan dua tahun di pesantren Tegalrejo, Gus Dur lalu kembali ke Jombang dan tinggal di Pesantren Tambak Beras. Saat itu usianya mendekati 20 tahun, sehingga di pesantren milik pamannya, KH Abdul Fatah, ia menjadi seorang ustadz, dan menjadi ketua keamanan.
Pada usia 22 tahun, Gus Dur ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, kemudian ke Mesir melanjutkan studi di Universitas Al Azhar.
Pada 1966 Gus Dur pindah ke Irak. Ia masuk Departement of Religion di Universitas Bagdad sampai 1970.
Di luar kampus, Gus Dur rajin mengunjungi makam-makam para wali, termasuk makam Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, pendiri jamaah tarekat Qadiriyah. Ia juga menggeluti ajaran Imam Junaid Al-Baghdadi, pendiri aliran tasawuf yang diikuti jemaah NU. Di sinilah Gus Dur menemukan sumber spiritualitasnya.
Dari Baghdad, Gus Dur ingin melanjutkan studi ke Eropa. Tetapi karena persyaratan ketat, utamanya dalam bahasa, –misalnya untuk masuk kajian klasik di Kohln harus menguasai bahasa Hebraw, Yunani atau Latin di samping bahasa Jerman–, tidak dapat dipenuhinya, akhirnya yang dilakukan adalah menjadi pelajar keliling dari satu universitas ke universitas lainnya.
Pada akhirnya Gus Dur menetap di Belanda selama enam bulan dan mendirikan Perkumpulan Pelajar Muslim Indonesia dan Malaysia yang tinggal di Eropa. Untuk biaya hidup di rantau, dua kali sebulan ia pergi ke pelabuhan untuk bekerja sebagai pembersih kapal tanker.
Perjalanan Karir
Sepulang dari pengembaraan mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang, memilih menjadi guru. Pada 1971 ia bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun sama Gus Dur mulai menekuni sebagaii kolumnis.
Pada 1974 Gus Dur diminta pamannya, KH Yusuf Hasyim membantu di Pesantren Tebu Ireng dengan menjadi sekretaris. Gus Dur mulai sering mendapat undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori LP3ES.
Pada 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Pada awal 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat diskusi dan perdebatan serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin ilmu.
Karier yang dianggap ‘menyimpang’ -dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1986, 1987.
Pada 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai KH As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 NU di Situbondo. Jabatan itu kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Jogjakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994).
Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden ke-4 RI. Meskipun sudah menjadi presiden, kenylenehan Gus Dur tak hilang.
Catatan karier Gus Dur yang patut juga dicatat adalah saat menjadi ketua Forum Demokrasi (1991-1999), dengan sejumlah anggota terdiri berbagai kalangan, khususnya nasionalis dan non muslim.
Dari perjalanannya tersebut memberikan gambaran betapa kompleks dan rumitnya perjalanan Gus Dur, bertemu dengan berbagai macam orang yang hidup dengan latar belakang ideologi, budaya, kepentingan, strata sosial dan pemikiran yang berbeda. wikipedia/berbagai sumber
Jejak Penghargaan Gus Dur:
Tokoh 1990, Majalah Editor, tahun 1990
Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation, Philipina, tahun 1991
Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, tahun 1991
Penghargaan Bina Ekatama, PKBI, tahun 1994
Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM), tahun 1998
Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of Twente, tahun 2000
Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000
Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000
Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000
Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University, September 2000
Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000
Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001
Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang, tahun 2002
Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan, 21 Maret 2003.
Copyright http://www.surya.co.id/2009/12/31/dari-abdurrahman-addakhil-menjadi-gus-dur.html
Selengkapnya...
Selasa, 11 Januari 2011
Sadewa(pandawa)
SADEWA atau Sahadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Ia lahir kembar bersama kakanya, Nakula.
Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, dari negara Mandura, bernama; Puntadewa, Bima/Werkundara dan Arjuna.
Sadewa adalah titisan Bathara Aswin, Dewa Tabib.
Sadewa sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus.
Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing.
Selain sangat sakti, Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu, Senapati negara Mretani yang berkhasiat; dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa.
Sadewa mempunyai watak jujur, setia, taat, belas kasih, tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia.
Sadewa tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu, wilayah negara Amarta.
Sadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati, adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula), putri Resi Badawanganala, kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita, Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala).
Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa).
Setelah selesai perang Bharatayuda, Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira.
Akhir riwayatnya di ceritakan, Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya.
RADEN NAKULA DAN SADEWA
Kedua ksatria ini kembar, putra Pandu dari permaisuni Dewi Madrim, saudara Prabu Salya, raja negara Madraka. Waktu kanak-kanak, Nakula dan Sadewa bernama Pintèn dan Tangsèn.
Kesetiaan saudara kembar pada ketiga saudara mereka yang lebih tua tak pernah goyah. Kelima-limanya berpendirian sama dan merupakan suatu benteng yang kuat.
Sewaktu perang Baratayuda hampir pecah, Pendawa merasa was-was menghadapi prabu yang sakti dan sabar itu. Atas kebijaksanaaa Sri Kresna, Nakula dan Sadewa diutus menghadap Prabu Salya untuk meredakan amarahnya. Oleh karenanya, Prabu Salya tak sampai hati bermusuhan dengan Pendawa mengingat, bahwa kelima bersaudara itu adalah kemenakannya sendiri. Maka ketika perang Baratayuda pecah, Prabu Salya pun tak berperang sepenuh semangat, hingga menyebabkan menangnya Pendawa di dalam perang itu.
Nakula bermata jaitan, berhidung mancung, bersanggul kadal menek bersunting kembang Kluwih panjang. Berkalung ulur-ulur. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkain bokongan putran.
Nakula dan Sadewa berwanda: Banjet dan Bontit.
Sumber : Sejarah Wayang Purwa - Hardjowirogo - PN Balai Pustaka - 1982 Selengkapnya...
Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, dari negara Mandura, bernama; Puntadewa, Bima/Werkundara dan Arjuna.
Sadewa adalah titisan Bathara Aswin, Dewa Tabib.
Sadewa sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus.
Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing.
Selain sangat sakti, Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu, Senapati negara Mretani yang berkhasiat; dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa.
Sadewa mempunyai watak jujur, setia, taat, belas kasih, tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia.
Sadewa tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu, wilayah negara Amarta.
Sadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati, adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula), putri Resi Badawanganala, kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita, Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala).
Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa).
Setelah selesai perang Bharatayuda, Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira.
Akhir riwayatnya di ceritakan, Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya.
RADEN NAKULA DAN SADEWA
Kedua ksatria ini kembar, putra Pandu dari permaisuni Dewi Madrim, saudara Prabu Salya, raja negara Madraka. Waktu kanak-kanak, Nakula dan Sadewa bernama Pintèn dan Tangsèn.
Kesetiaan saudara kembar pada ketiga saudara mereka yang lebih tua tak pernah goyah. Kelima-limanya berpendirian sama dan merupakan suatu benteng yang kuat.
Sewaktu perang Baratayuda hampir pecah, Pendawa merasa was-was menghadapi prabu yang sakti dan sabar itu. Atas kebijaksanaaa Sri Kresna, Nakula dan Sadewa diutus menghadap Prabu Salya untuk meredakan amarahnya. Oleh karenanya, Prabu Salya tak sampai hati bermusuhan dengan Pendawa mengingat, bahwa kelima bersaudara itu adalah kemenakannya sendiri. Maka ketika perang Baratayuda pecah, Prabu Salya pun tak berperang sepenuh semangat, hingga menyebabkan menangnya Pendawa di dalam perang itu.
Nakula bermata jaitan, berhidung mancung, bersanggul kadal menek bersunting kembang Kluwih panjang. Berkalung ulur-ulur. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkain bokongan putran.
Nakula dan Sadewa berwanda: Banjet dan Bontit.
Sumber : Sejarah Wayang Purwa - Hardjowirogo - PN Balai Pustaka - 1982 Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)








